Kunjungan Tugas Satu, Klenteng Vihara Dharma Bhakti
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu dan Namo Buddhaya Bagi kita semua.

For The First..., ini adalah Postingan Pertama saya di Blog saya ini. Yah, perkenalkan nama saya adalah Ajhi Santoso, but ... You Can Call Me "SANTOSO". Pada postingan pertama saya ini, saya ingin membagikan Kisah Kunjungan Saya ke Vihara Dharma Bakti di kawasan Petak 9 Glodok, daerah Jakarta. Daerah ini adalah salah satu tempat wisata yang juga sering di kunjungi oleh turis lokal atau mancanegara.
Sebenernya Postingan Kali ini Memiliki Vocal Point ke tempat ibadah saudara/i kita yang beragama Budha yaitu Klenteng Vihara Dharma Bakti. Menurut warga sekitar, Klenteng ini dibangun pada tahun 1650 oleh seorang Letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen dan dinamakan Kwan Im Teng (č§é³äŗ , Paviliun Guan Yin). Letaknya di Glodok, sebelah barat daya kota. Menurut sinolog Claudine Salmon, walau tidak ditemukan buktinya, kelenteng ini kemungkinan terbakar dalam peristiwa pembantaian etnis Tionghoa pada tahun 1740. Kelenteng dipugar kembali pada tahun 1755 oleh Kapitan Oei Tji-lo dan diberi nama "Kim Tek Ie".
Selama abad ke-17 tidak ada informasi yang jelas mengenai Kim Tek Ie.
Pada abad ke-18, seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, Kim Tek Ie dikenal sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang terpenting di Batavia. Setiap pemuja diterima dengan terbuka dan menjadi tempat ibadah yang banyak dikunjungi pejabat-pejabat. Seorang Mayor Tionghoa pernah menyumbangkan dana untuk pemugaran kelenteng
Terbakar pada 2 Maret 2015 Tidak ada yang terlalu istimewa dari gerbang utama vihara tertua di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat ini. Dewi Vihara Dharma Bhakti, demikian nama yang tertera jelas di gerbang utama vihara berusia sekira 350 tahun itu. Ruas jalan yang sempit dipadati oleh motor yang parkir di kedua sisinya akan menyambut Anda memasuki areanya seluas 3000 m².
Vihara Dharma Bhakti adalah satu dari 3 vihara tua di Jakarta yang masih berfungsi hingga kini. Lokasinya berada di Jalan Kemenangan III, Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Dari ketiga vihara, Dharma Bhakti dikenal sebagai vihara paling tua yang dibangun pada tahun 1650 oleh seorang Luitnant Tionghoa, Kwee Hoen. Pada awal berdirinya, vihara ini dinamakan Koan Im Teng (Paviliun Koan Im).
Vihara berusia ratusan tahun ini sempat hangus terbakar pada tragedi pembantaian etnis Tionghoa pada 1740. Pada 1755 tempat ini kembali dibangun oleh Kapitein Oei Tjhie dan diberi nama Kim Tek Ie. Kim Tek Ie dalam dialek suku Hok Kian berarti “Kelenteng Kebajikan Emas”. Dalam dialek Mandarin, nama vihara dikenal dengan Jin De Yuan. Makna dari nama ini mengingatkan manusia untuk lebih mementingkan kebajikan antar sesama dan bukannya mementingkan kehidupan duniawi saja.
Berada di kawasan yang juga dikenal dengan sebutan Petak 9, Vihara Dharma Bhakti termasuk vihara besar, menempati lahan seluas 3000 m². Vihara ini menjadi tempat pemujaan bagi para dewa dari golongan Taois, Confucianis maupun Budhis Mahayana.
Sebagai vihara tertua, tentu ia menyimpan nilai sejarah tersendiri yang turut menyumbang daya tarik Pecinan Glodok. Kunjungi vihara ini untuk melihat bagaimana etnis Tionghoa menjalankan kegiatan religi mereka atau bisa menjadi wisata religi bagi pemeluknya. Jangan lupa untuk mengagumi bangunan ibadah bernilai sejarah serta sejumlah artefak atau benda-benda vihara yang berumur ratusan tahun. Ukiran kayu, jendela bundar yang mengapit pintu utama, ukiran huruf China pada pilar-pilar, patung dewa, gambar naga, dan burung hong yang menghiasi vihara ini seolah menambah semarak estetika yang dimilikinya.
Lalu setelah kita memperhatikan bagian luar dari Klenteng Vihara Dharma Bhakti ini, selanjutnya mari kita berkunjung ke dalam Klenteng ini.
Pertama kali kita masuk, kita akan disuguhkan oleh patung 3 Budha dan gambar para Dewa,
Selain Ornamen di tengah itu, Ruangan ini juga di kelilingi oleh ornamen yang lain seperti
Ini adalah sebagian dari ornamen dalam yang ada di ruangan Utama Ibadah Klenteng Vihara Dharma Bhakti. Jika kalian penasaran kalian bisa datang langsung ke Klenteng Vihara Dharma Bhakti.
Oh ya, Dalam Kunjungan ini kami juga Mengabadikannya
Dan ini adalah penghujung dari blog ini. Jika ada salah, saya ucapkan maaf sebesar besarnya. Dan saya ucapkan terimakasih telah berkunjung ke blog saya.
Wassalamuallaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Daftar Pustaka








Komentar
Posting Komentar