DEMOKRASI


1 KONSEP DEMOKRASI
1.1 Konsep Demokrasi
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demokratia yang terbentuk dari kata demos yang artinya rakyat dan kratein yang artinya pemerintahan/kekuasaan, sehingga arti dari demokratia adalah kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Secara umum, Pengertian Demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang melibatkan rakyat dalam sistem pemerintahan negara.
Menurut Para Ahli:
   Abraham Lincoln
Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
   Charles Costello
Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.
   John L. Esposito
Demokrasi pada dasarnya adalah kekuasaan dari dan untuk rakyat. Oleh karenanya, semuanya berhak untuk berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan sebagai warga negara. Demos menyiratkan makna diskriminatif atau bukan rakyat keseluruhan, tetapi hanya populus tertentu, yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan formal mengontrol akses ke sumber–sumber kekuasaan dan bisa mengklaim kepemilikan atas hak–hak prerogratif dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan urusan publik atau pemerintahan.
Text Box: 1Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung atau melalui perwakilan. Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “demos” yang berarti “rakyat” dan “kratos” yang berarti kekuasaan. Istilah demokrasi pertama kali diperkenalkan oleh Aristosteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat). Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburg nya mendefiniskan demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dalam hal ini berarti bahwa kekuasaan tertinggi pemerintahan dipegang oleh rakyat.
1.2 Bentuk Demokrasi
Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi:
·         Demokrasi langsung
Suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memilih pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi. Di era modern, sistem ini tidak praktis karena umumnya suatu populasi negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat ke dalam satu forum tidaklah mudah, selain itu sistem ini menuntut partisipasi yang tinggi dari rakyat, sedangkan rakyat modern cenderung tidak memiliki waktu untuk mempelajari setiap permasalahan politik yang terjadi di dalam negara.
·         Demokrasi perwakilan (tidak langsung)
Demokrasi yang dilakukan oleh masyarakat dalam setiap pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.

2 PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA
2.1 Hak dan Kewajiban Bela Negara
Bela Negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.
Wujud usaha bela negara:
Kesiapan dan kerelaan setiap warga negara untuk berkorban demi mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, keutuhan wilayah nusantara dan yurisdiksi nasional, serta Nilai-nilai Pancasila.
2.2 Azaz Demokrasi dalam Bela Negara
·         Setiap warga negara turut serta dalam menentukan kebijakan tentang pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan perundang-undangan yang berlaku.
·         Setiap warga negara harus turut serta daslam setiap usaha pembelaan negara sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.
2.3 Motivasi Dalam Bela Negara
Proses motivasi dalam bela negara dan bangsa akan berhasil jika:
·         Text Box: 2Warga negara memahami keunggulan dan kelebihan negara dan bangsanya.
·         Warga negara memahami kemungkinan segala macam ancaman terhadap eksistensi bangsa dan negara Indonesia
2.4 Dasar Motivasi Bela Negara
·         Pengalaman sejarah perjuangan RI.
·         Kedudukan wilayah geografis nusantara yang strategis.
·         Keadaan penduduk (demografis) yang besar.
·         Kekayaan sumber daya alam.
·         Perkembangan dan kemajuan IPTEK di bidang persenjataan.
·         Kemungkinan timbulnya bencana perang.
2.5 Situasi Nkri Terbagi Dalam Periode-Periode
·         Periode Lama atau Orde Lama (1945 - 1965)
       Tahun 1954 terbit UU tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat (PPPR) dengan UU Nomor 29 Tahun 1954.
       Pendidikan pendahuluan perlawanan rakyat yang menghasilkan organisasi-organisasi perlawanan rakyat pada tingkat pemerintahan desa, OPR, yang berkembang menjadi OKD (organisasi keamanan desa). OKS (organisasi keamanan sekolah)
       Pola pendidikan yang diselenggarakan pada fisik, taktik, teknik dan strategi kemiliteran

·         Periode Baru atau Orde Baru (1965 - 1998) dan Periode Reformasi (1998 – Sekarang.
·         Ancaman Non Fisik dan gejolak sosial dari dalam maupun dari luar.
·         TAP MPR No IV/MPR/ 1973 tentang GBHN
·         UU No 20 Tahun 1982 Tentang Ketentuan Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia.
·         Realisasinya pada PPBN yang diselenggarakan di pendidikan formal tingkat dasar: TK hingga Pendidikan Tinggi
·         Obyek sasaran pada lingkungan kerja, lingkungan pemukiman dan lingkungan pendidikan.
·         Penegasan Secara Hukum PPBN: UU tentang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989, pasal 39 tentang kurikulum pendidikan kewarganegaraan.
·         Merupakan Mata Kuliah wajib pembentukan kepribadian warga negara.
·         Karena PT menjadi pencetak kader kader pemimpin bangsa.
·         PKN memberikan pemahaman filosofis meliputi pokok bahasan Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Polstranas.



Text Box: 3
PENUTUP

Kesimpulan:
Dari isi makalah yang kami tulis, maka kami simpulkan bahwa

Saran:
Meskipun kami menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini, namun kami sadar banyak yang harus perbaiki. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan kami. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.

Komentar

Postingan Populer