KETAHANAN NASIONAL III
KETAHANAN NASIONAL III
X.I Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap Kehidupan
Berbangsa
dan Bernegara
1. Pengaruh Aspek Ideologi
Pengertian ideologi secara umur dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasangagasan, ide-ide, keyakinan-keyalanan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut:
1. Bidang politik
2. Bidang sosial
3. Bidang kebudayaan
4. Bidang keagamaan
Pengertian ideologi secara umur dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasangagasan, ide-ide, keyakinan-keyalanan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut:
1. Bidang politik
2. Bidang sosial
3. Bidang kebudayaan
4. Bidang keagamaan
Asas kerokhanian yang antara lain memiliki ciri berikut :
1. Mempunyai derajad yang tertinggi sebagai nilai hidup
kebangsaan dan kenegaraan.
2. Oleh karena
itu mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia, pandangan hidup,
pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara. dikembangkan dan dilestarikan
kepada generasi berikutnya.
a. Ideologi
Dunia
1. Liberalisme
Paham liberalisme berkembang dari
akar-akar rasionalisme yaitu mendasarkan pada rasio sebagai sumber kebenaran
tertinggi, materialisme yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi,
empirisme (yang dapat ditangkap melalui indra manusia) serta individualisme
yang meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dalam
kehidupan masyarakat dan negara.
2. Komunisme
Bertolak belakang dengan
individualisme kapitalilme, paham komunisme yang dicetuskan melalui pemikiran
Karl Marx memandang bahwa hakikat kebebasan dan hak individu itu tidak ada.
Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada
hakiakatnya adalah merupakan makhluk sosial saja. Manusia secara ontologis
merupakan sekumpulan relasi, sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukannya
individualisme. Hak milik pribadi tidak ada karena ini akan menimbulkan
kapitalisme yang pada gilirannya akan melakukan penindasan pada kaum proletar.
Sehingga menurut komunisme dapat disimpulkan bahwa berkembangnya individualisme
kapitalisme merupakan sumber penderitaan rakyat terutama kaum miskin. Oleh
karena itu hak milik individual harus diganti dengan hak milik kolektif,
individualisme diganti sosialisme komunis. Oleh karena tidak adanya hak
individu maka sudah dapat dipastikan bahwa menutut komunisme, demokrasi
individualis tidak ada yang ada adalah hak komunal. Demokrasi untuk seluruh
masyarakat sebagai suatu komunitas bukannya individualitas.
3. Ideologi Keagamaan
Secara keseluruhan terdapat suatu ciri
bahwa ideologi keagamaan senantiasa mendasarkan, pemikiran, cita-cita serta
moralnya pada suatu ajarana agama tertentu. Gerakan-gerakan politik yang
mendasarkan pada suatu ideology keagamaan lazinnya sebagai suatu reaksi atas
ketidakadilan penindasan serta pemaksaan terhadap suatu bangsa, etnis ataupu
kelompok yang mendasarkan pada suatu agama.
b. Ideologi
Pancasila
Pancasila pada hakikatnya merupakan
suatu kesepakatan dan filosofis dan kesepakatan politis dari segenap elemen
bangsa Indonesia dalam mendirikankan negara. Pancasila pada hakikatnya
merupakan suatu kontrak soaial seluruh elemen bangsa Indonesia dalam mendirikan
negara. Kausa finalis atau tujuan pokok dirumuskannya Pancasila adalah sebagai
dasar filsafat negara, sehingga konsekuensinya seluruh aspek dalam
penyelenggaraan negara berasaskan sistem nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu ideologi yang bersifat komprehensif, artinya ideologi Pancasila bukan untuk dasar perjuanagan kelas tertentu, golongan tertentu atau kelompok primodial tertentu. Pancasila pada hakikatnyamerupakan suatu ideologi bagi seluruh lapisan, golongan, kelompok dan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan citacita bersama dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi Pancasila secara ontologis berprinsip monopluralis atau majemuk tunggal yang bersumber pada hakikat manusia baik sebagai individu dan makhluk sosial.
Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu ideologi yang bersifat komprehensif, artinya ideologi Pancasila bukan untuk dasar perjuanagan kelas tertentu, golongan tertentu atau kelompok primodial tertentu. Pancasila pada hakikatnyamerupakan suatu ideologi bagi seluruh lapisan, golongan, kelompok dan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan citacita bersama dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi Pancasila secara ontologis berprinsip monopluralis atau majemuk tunggal yang bersumber pada hakikat manusia baik sebagai individu dan makhluk sosial.
Dalam mewujudkan ketahanan nasional yang kuat, stabil,
aman,tahan lama, serta bisa memberi kenyamanan kepada warga negara, maka harus
menggunakan strategi yang sangat terperinci. Khususnya dibidang politik.
Politik dan strategi sangat berhubungan erat dalam tercapainya keamanan dan ketahanan suatu negara.
Politik dan strategi sangat berhubungan erat dalam tercapainya keamanan dan ketahanan suatu negara.
X.II Keberhasilan
Ketahanan Nasional Indonesia
Kondisi kehidupan nasional merupakan
pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah
kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi oleh landasan
idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional
Wawasan Nasional. Utnuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan
kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :
1. Memiliki semangat perjuangan
bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan
yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan
hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas,
integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai
tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli terhadap
pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik
secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena
bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu
tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
Apabila setiap warga negara Indonesia
memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar serta peduli terhadap
pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat
mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan
ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan
suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan Strategi
Nasional (Polstranas).


Komentar
Posting Komentar