WAWASAN NUSANTARA I


BAB IV
WAWASAN NUSANTARA I

IV.I Wawasan Nasional, Paham Kekuasaan, dan Teori Geopolitik
IV.I.I Wawasan Nasional
     A. Pengertian Wawasan Nasional
          Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.
     Wawasan nasional di Indonesia merupakan wawasan yang berdasarkan teori wawasan nasioanal secara universal yang dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa Indonesia dan geopolitik Indonesia.

     B. Landasan Wawasan Nasional
     Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh negara yang bersangkutan

IV.I.II Paham Kekuasaan
     A. Machiavelli (Abad 18)
Dikatakan sebuah negara itu akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil:
Dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan
Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide et empera) adalah sah.
Dalam dunia politik, yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.

     B. Napoleon Bonaparte (Abad 18)
Perang dimasa depan merupakan perang total, yaitu perang yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional.
Kekuatan politik harus didampingi dengan kekuatan logistik dan ekonomi, yang didukung oleh sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa untuk membentuk kekuatan pertahanan keamanan dalam menduduki dan menjajah negara lain.

     C. Jendral Clausewitz (Abad 18)
Perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Buat dia perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa.

D. Fuerback dan Hegel (Abad 17)
 Aliran kapitalisme dan komunisme.
Berkembang paham perdagangan bebas (Merchantilism).
Ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh negara itu

     E. Lenin (Abad 19)
Memodifikasi teori Clausewitz dan teori ini diikuti oleh Mao Zhe Dong yaitu perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan.
Perang bahkan pertumpahan darah/revolusi di negara lain di seluruh dunia lah sah, yaitu dalam rangka mengkomuniskan bangsa di dunia.

     F. Lucian W. Pye dan Sidney
Tahun 1972 (dalam bukunya Political Cultural dan Political Development) kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan
Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalam melihat kesejarahan sebagai satu kesatuan budaya
Dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi-kondisi obyektif tetapi juga harus menghayati kondisi subyektif psikologis sehingga dapat menempatkan kesadaran dalam kepribadian bangsa
IV.I.III Teori Geopolitik
     A. Pengertian Teori Geopolitik
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi
Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti :
     a. Federich Ratzel
Pertumbuhan negara dapat dianalogikan dengan pertumbuhan organisme (makhluk hidup) yang memerlukan ruang hidup
Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan
Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran:
1. menitik beratkan kekuatan darat
2. menitik beratkan kekuatan laut
Ada kaitan antara struktur politik/kekuatan politik dengan geografi disatu pihak, dengan tuntutan perkembangan atau pertumbuhan negara yang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologi) dilain pihak.
     b. Rudolf Kjellen
Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup
Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang: geopolitik,ekonomipolitik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.
Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.
c. Karl Haushofer
Pandangan berkembang di Jerman di bawah kekuasan Aldof Hitler, juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme.
Pokok– pokok teori Haushofer ini pada dasarnya menganut teori Kjellen, yaitu sebagai berikut:
Kekuasan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasan imperium maritim untuk menguasai pengawasan dilaut
Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia barat (Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia timur raya.
Geopolitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal strategi perbatasan.

 d. Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)
     Teori ahli Geopolitik ini menganut “konsep kekuatan”
Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat.
Ajarannya menyatakan :
     “barang siapa dapat mengusai “daerah jantung”, yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai “pulau dunia” yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia.”

e. Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)
Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”.
Menguasai perdagangan berarti menguasai “kekayaan dunia” sehinga pada akhirnya menguasai dunia.

  f. W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)
Kekuatan di udara justru yang paling menentukan.
Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran dikandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang

g. Nicholas J. Spkman
Teori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.
IV.II     Paham Kekuasaan dan Teori Geopolitik Menurut Bangsa Indonesia
IV.II.I Paham Kekuasaan Menurut Bangsa Indonesia
     Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”.

IV.II.II Teori Geopolitik Menurut Bangsa Indonesia
     Indonesia menganut paham negara kepulauan berdasar ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan ini disebut negara kepulauan.

Komentar

Postingan Populer